Visit my Other Blogs

Jumat, November 20

Terkilir

2 kali... sudah 2 kali kakiku terkilir.. di kaki yang sama.. di tempat yang sama.. kejadiannya pun ikut2an sama. peratama kalinya aku terkilir karena kepleset pas lagi keputrian di SMAN 42. sakit kah? jika ditanya seperti itu.. aku tidak bisa menjawabnya. aku sudah tidak bisa lagi merasakan sakit karena mungkin rasa sakitnya sangat luar biasa. aku hanya bisa menangis ketika berada di dalam mobil.

untungnya waktu di 42.. aku terpleset pada waktu hari jum'at.. hari terkahir masuk sebelum liburan lebaran. pas ulang tahunnya temari (haha gajelas). tapi.. asalkan tau aja.. waktu itu belum ada yang tahu kalo kakiku terkilir. mereka cuma tahu kalo aku hanya terpleset. dan.. untuk sampai ke mobil dari ruangan kelas keputrian itu sangatlah jauh.. mana ada tanjakan lagi. aku pun menahan rasa sakit yang luar biasa itu.

sampai nya di rumah... orangtuaku panik dan mereka menelpon kerabat2nya dan juga keluarganya yang lain. mereka bertanya bagaiamana caranya menyembuhkan penyakitku ini. secara lamgsung, aku sudah merepotkan banyak orang dan aku tidak menyukai ini. tapi akhirnya.. keesokan harinya aku di bawa ke suatu tempat. tapi ternyata pas sampai di sana.. orang yang bersangkutan, orang yang katanya bisa menyembuhkan penyakitku ini sedang pergi ke luar negeri. orangtuaku menjadi panik kembali.

hari minggunya... aku dibawa ke suatu tempat yang sepertinya tempat khusus untuk orang yang patah tulang dll yang berada di kawasan cibubur. hm... ternyata.. butuh pengorbanan untuk sampai ke tempat itu dari tempat parkir. aku harus berjalan atau mungkin lebih tepatnya lompat2 dengan menggunkan kaki kananku.

sesampainya di tempat itu.. aku di suruh menunggu. pada saat aku menunggu.. aku hanya bisa merasa bersalah dan minta maaf kepada semua orang yang telah kurepotkan.. terutama orang tuaku dan kaki kiriku. tiba-tiba saja.. aku teringat bahwa sebelumnya aku juga pernah merasakan hal seperti ini namun tidak separah ini. kalau yang waktu itu.. aku di urut oleh tukang urut yang datang dari kalibata. waktu itu aku masih SD.. jadinya aku tidak bisa mengingatnya dengan baik. tak lama kemudian.. ada papan buat ngangkut orang atau mungkin namanya tandu (aku gak tau) diletakkan di depan pintu. kata mas2nya.. aku disuruh ke ruang lab biar tau kalo kakiku itu patah ato hanya tulangnya yang ke geser.

setelah mengetahui kalo ternyata tulangku yang kegeser... aku langsung di bawa ke tempat operasi (katanya) tapi.. tidak terlihat seperti ruang operasi.. haha. di sana aku dibaringkan dengan posisi kaki juga dibaringkan lurus. mukaku kututupi dengan bantal. aku menjerit2 tidak tahan menahan rasa sakitnya.. padahal cuma disentuh mata kakinya oleh ayahku. lalu.. tak lama kemudian... ada seorang.. mungkin ustad... penampilannya keliatan seperti itu.. yaaa gtu deh.. yang bertanya kepada ku "kakimu kenapa?" dan yaa... otomatis aku menjawab "sakit."

ustad tersebut kemudian meluruskan dan menekukan kakiku. tapi sebelum itu dia menyentuh kakiku terlebih dahulu. aku bisa merasakannya tanpa melihat. tapi anehnya... ngga sakit sama sekali. malah geli. setelah dia melakukan hal itu.. tiba2 ada orang melimpat dari atas jendela dan mendarat syuuuuuut... TEPAT DI ATAS MATA KAKI KIRIKU YANG SAKIT. dan sekali.. aku tak merasa sakit. SAMA SEKALI. (padahal waktu disentuh oleh ayah dan ibuku aja aku langsung berteriak setengah mati. baru disentuh dan baru disentuh)

lalu kakiku di perban kuat sekali sampai2 aku tidak bisa merasakan mata kakiku sampai jari jariku. katanya aku di suruh jangan pake kaki kiri dulu buat jalan untuk 10 hari kedepan dan disuruh balik lagi ke tempat itu. akhirnya.. orangtuaku membelikanku tongkat.

hm.... yah.. pada intinya... waktu kaki kiriku terkilir... sembuhnya lama buangeeeeet... benci aku. dan aku berjanji pada kaki kiriku kalo aku bakalan lebih berhati-hati dan kejadian seperti ini takkan terjadi lagi.

tapi ternyata... aku tidak bisa memenuhinya. janji yang kuucapkan seperti angin lalu. kemarin kamis.. setelah aku latihan gamelan... pada saat mau turun ke lantai.. kepalaku tiba2 pusing dan aku terpleset. lalu aku juga mendengar suara "PLEK". mau dibilang serem juga ngga tapi kalo dibilang sakit gak? YAIYALAH SAKIT (stress mode mix gajebo mode) aku langsung duduk dan langsung menundukkan kepalaku dan menaikkan kaki kananku. sekejap aku merasa bahwa aku sedang bermimpi. aku bermimpi kalo kakiku sakit lagi. tapi ternyata aku tidak sedang bermimpi. aku bersender pada kaki kananku. "yaaaah.. kejadian yang dulu terjadi lagi... yah terjadi lagi" kataku dalam hati sambil tersenyum ngga jelas. pada saaat aku terpleset... ada bernita, suci, raiya, dwi, ningsih, pak suryo dan pak yanto. mereka semua langsung bertanya kepadaku ada apa. ya aku menjawab kepleseet.

lalu aku mengangkat kepalaku dan sambil meluruskan kakiku.. uuught... gapapa kok.. sakitnya sama seperti waktu itu.. tapi lebih sakitan yang waktu itu sih. trus Raiya dan pak yanto memijit2in kakiku supaya bisa sembuh. tapi dalam hati aku berkata.. "sepertinya sih bisa tapi.. palingan aku harus ke cibubur lagi... ke tempat ustad itu lagi... aaaaah. mana udah sore lagi." kemudian aku pun mencoba untuk jalan. hm... tak bisa. aku melihat banyak bintang dan lama kelamaan pandanganku kaya di luar angkasa.. item2 dan banyak bintangnya. yaudah deh.. akhirnya aku di suruh duduk lagi.

"tante tante... cepetan ke aula... anaknya pingsan tante.. aduuuh." itulah kata2 yang ku dengar dari suci. aku menyuruhnya menelpon ibuku. "gashu.. minum dulu yaa..." kata seseorang dan sambil menyodorkan air minumnya ke arahku. tanpa pikir panjang langsung ku minum deh itu air. kemudian aku menundukkan kepalaku di tas meja. aku menahan rasa pusing yang sangat2.

ketika perasaanku sudah membaik.. aku mencoba untuk turun dari aula yang letaknya di lantai 3 dan sangat jauh sekali dari tempat parkir.. namun ternyata aku masih tak kuat. aku pun dibantu oleh dwi dan suci. lalu tasku... yaaa karena tasku sangatlah berat jadinya dibawa oleh bernita dan ningsih. aku pun bertemu ibuku di lobby sekolah dan aku dibawa langsung ke dalam mobil. aku dan ibuku pun mengucapkan rasa terima kasih kepada teman2 ku yang sudah kurepotin.

aku pun di bawa pulang ke rumah oleh ibuku. pada saat di jalan.. ibuku menelpon ayahku dan menceritakan kejadianku lalu ayahku menyruh kami untuk pulang. Lalu bagaimana dengan nasib kakiku? ternyata ayahku sudah menelpon tukang urut uuntuk datang ke rumahku. di jalan.. aku hanya bisa menangis. aku memikirkan banyak hal. aku belum menemukan chordnya it's gonna rain, aku belum membuat laporan pokja c, aku belum membuat gerakan2 buat vocal groupnya j-club, aku belum mencari tulang ayam buat bahan praktikum, aku bingung mencari penggantiku untuk bermain kendang, aku takut kalau tidak bisa datang ke UNJ, aku juga takut kalo aku tidak bisa ikut UB. semua ketakutanku itu didasari pada kaki kiriku yang kemungkinan bakalan sembuh sebulan kemudian. waktu kakiku terkilir yang pertama kali.. sembuhnya aja sebulan kemudian.

sesampainya di rumah.. aku langsung berbaring di atas tempat tidur. ehh... ternyata lama kelamaan aku ketiduran. 2 jam kemudian... tukang urutnya datang ke rumahku. katanya sih dia bisa cpet nyembuhin kakiku tapi... gtw juga deh.. belum nyoba. trus, aku yang berjalan menggunakan tongkat di suruh keluar dari kamar. lalu.. bagian yang paling tak kusuka pun dimulai. kaki kiriku dipijit... aku menutup mukaku dengan bantal bergambar naruto (ngga jelas) dan aku mendengar suara Tsukimori Len. (tambah ngga jelas) ternyata di TV depan sedang memutarkan anime La Corda. zzzzzztttttTTTUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
UUUUUUAAAAAAAAAAAAAAAAAA..... aku pun berteriak.. anehnya.. aku berteriak pas saat mendengar suara si rambut biru yang songong itu (dibantai oleh fansnya Tsukimori) dan aku langsung terdiam pada saat mendengar suara alat musik. aku tahu kalo aku tuh lebay.. tapi memang seperti itu kejadiannya. lalu akupun terus berteriak sampai suaraku habis.

selesai dipijit... anime La Corda udah abis... lalu jadwal setelah itu adalah Kyo Kara Maou. aku menangis2 sambil menyanyikan lagu openingnya anime tersebut. yaaah.. sekali lagi.. walopun aku kelewatan lebay.. tapi memang seperti itulah yang terjadi.

orang yang memijitku pun mengatakan bahwa "besok kamu juga udah bisa jalan." kata2 itu yang membuat perasaanku sedikit "sedikit" sedikit lebih tenang. dan katanya... aku megalami kejadian seperti ini karena waktu penyembuhan yang dulu itu belum sempurna / salah. peletakkan tulangnya jadi mudah tergeser dan daging pun tumbuh di............................... aku pun langsung menutup telingaku dan berkata "ngga mau jadi dokter... ngga mau jadi dokter... ngga mau jadi dokter" berulang kali.

tak lama kemudian.. aku pun tidur dan keesekokan harinya (maksudnya hari ini) aku tidak masuk sekolah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar